Corolla DX dengan Direct Ignition


Direct Ignition? Apa itu Direct ignition?
Bersumber dari wikipedia (https://id.wikipedia.org/wiki/Kumparan_pengapian)

Koil pengapian pada mesin mobil juga dikenal dengan sebutan bobin atau bobbin. Mesin mobil dengan pengapian tanpa distributor artinya untuk mendistribusikan listrik tegangan tinggi ke masing-masing busi tidak lagi menggunakan distributor, tetapi pengapian secara langsung yang biasa di sebut DIS (Direct Ignition System).
Direct ignition Coil digunakan pada kendaraan model terbaru yang menggunakan sistem injeksi.
Pada mesin yang sudah menggunakan sistem injeksi tidak lagi menggunakan distributor, perawatan makin praktis, di samping itu, performa atau kinerja mesin tetap bisa dijaga selalu berada pada kondisi prima. Pasalnya, tidak ada bagian yang cepat rusak yang dapat memengaruhi kerja mesin.
Pada mesin lama, bentuk koil besar mirip dengan botol. Satu koil digunakan untuk empat busi (mesin empat silinder) atau lebih (tergantung jumlah silinder). Kondisi tersebut membuat kerja koil jadi berat, terutama ketika bekerja pada putaran tinggi. Berbeda dengan mesin sistem injeksi, bentuk koil lebih kurus dan ringan. Bagian atas dibuat lebih besar yang didalamnya terdapat igniter yang memicu koil untuk menghasilkan tegangan tinggi. Setiap satu koil langsung mengaktifkan satu busi, sehingga kinerja sistem pengapian jauh lebih efisien.
Kerugian karena induksi kabel busi bisa dihilangkan. tidak menimbulkan storing pada audio dan radio.
Kerja sistem pengapian sangat berpengaruh pada performa mesin. Makin baik kerja sistem pengapian—selain waktu (timing) dan besarnya bunga api yang dihasilkan—tenaga yang dihasilkan mesin bertambah. Konsumsi bahan bakar juga jadi lebih irit. Suara yang ditimbulkan mesin lebih halus. Tak kalah penting, hal itu juga ikut menurunkan polusi gas buang
Sistem pengapian langsung atau direct ignition terdapat dua model pengapian, pada type pertama masing-masing busi dilayani oleh satu bobin atau koil dan igniter,seperti contoh bisa ditemukan pada chevrolet zafira,kijang innova,avanza,vios,limo,yaris dan masih banyak lagi. Type yang kedua adalah sistem pengapian langsung untuk satu bobbin atau satu coil melayani dua busi contoh bisa ditemukan pada hyundai accent,avanza non vvti, suzuki apv.
Pada type pertama sudah jelas saat terjadi pengapian pada masing-masing busi pada akhir langkah kompresi. Sedangkan pada type kedua terdapat empat busi dan dua busi mengeluarkan bunga api secara bersamaan, artinya terjadi pengapian di dua silinder secara bersamaan pada mesin empat silinder.
Pengapian terjadi bersamaan seperti terlihat gambar di bawah tetapi pada akhir langkah yang berbeda silinder yang satu pada akhir langkah kompresi dan silinder satunya terjadi pada akhir langkah buang, yang boleh kita sebut sebagai sistem pengapian satu koil dua silinder.
Salah satu koil atau bobin untuk pengapian mobil tanpa menggunakan distributor yang merupakan coil opel blazer, koil tersebut menggunakan sistem satu bobin dua busi yang dikemas menjadi satu.
Bagaimana dengan Toyota Corolla DX? Berawal dari Bengkel di Susukan, Comal, Jawa Tengah montir dan pemilik Corolla DX tahun 1981 ini menerapkan direct ignition nya, "Pada dasarnya semua ignition/ pengapian sama. Cuman perangkatnya berbeda. Kalo jenis mbil lama biasanya menggunakan platina kemudian berinovasi menggunakan TCI (transistor control ignition) tapi terkadang bengkel salah kaprah menyebutnya CDI (capasitor discharge ignition) padahal TCI & CDI itu berbeda kalo TCI arus 12 volt d induksikan di coil kemudian di kontrol oleh TCI. Sedangkan CDI arus 12v di induksikan di capasitor dalam CDI kemudian di kontrol oleh pulser/pick up arus 12v yg di induksikan di capasitor kemudian diteruskan ke coil. yg saya terapkan adalah CDI yg saya adopsi dr motor. Kenapa saya pilih dr motor. Karena di dalam akselerasi/ putaran mesin itu membutuhkan advancer pengapian dan didalam CDI motor sudah tertanam advancer secara elektronik. Jadi lebih maksimal kerjanya di banding vacum advancer di dlm distributor/delco. Disamping itu delco bertugas membagi pengapian dengan rotor ke masing2 busi. proses pembagian ini pun kurang maksimal. Makanya mobil pada jaman sekarang delco sudah di tinggalkan berpindah ke sensor pick up/ pulser yg lebih maksimal. yg saya terapkan Sesuai dgn perkembangan teknolgi sekarang menggunakan pick up/ pulser sebagai sinyal kpn pengapian di butukn mesin diteruskan ke cdi kemudian ke coil lanjut ke busi tanpa delco karena satu busi satu coil. Yg saya sebut direct ignition demikian celoteh beliau sambil mencomot ubi rebus dan secangkir kopi pada saat kami berkunjung.

Mobil boleh tua....tenaga harus muda

Salam Seduluran, Bravo ICDXC

Share this:

CONVERSATION

2 komentar:

  1. "Karena di dalam akselerasi/ putaran mesin itu membutuhkan advancer pengapian dan didalam CDI motor sudah tertanam advancer secara elektronik. Jadi lebih maksimal kerjanya di banding vacum advancer di dlm distributor/delco"

    advancer di dalam delko dilakukan secara mekanik dengan per dan sentrifugal dimana timing naik seiring naiknya rpm. vacuum advancer didalam delko digunakan untuk memundurkan pengapian ketika load mesin tiba2 naik.
    untuk CDI motor, fungsi timing dihandle oleh CDI secara elektronik analog, sedangkan kompensasi Load mesin ketika beban tinggi sebagian besar TIDAK ADA.
    jadi dengan mengganti sistem pengapian mobil dengan sepeda motor, maka hilanglah fungsi kompensasi load di mobil. selain itu kurva timing yang dibuat untuk mobil, jadi berubah menjadi kurva timing milik motor, yang pastinya beda.

    BalasHapus