Seputar Corolla DX (KE-70)





Di Indonesia, Corolla DX adalah nama populer dari salah satu varian Toyota Corolla E70, yang merupakan generasi ke-empat dari produk Corolla.

Mobil ini di rancang sebuah tim yang dipimpin oleh Fumio Agetsuma, sejak tahun 1974.

Tim ini mencoba merumuskan satu desain mobil yang memenuhi kriteria sebagai berikut :
  • Memiliki “nilai” yang lebih tinggi dibandingkan dengan uang yang dikeluarkan untuk membeli mobil ini.
  • Sempurna secara aerodinamika.
  • Memiliki tingkat kenyamanan yang tinggi baik untuk pengendara maupun penumpang.
  • Memiliki fitur-fitur yang lengkap serta sesuai dengan kebutuhan di masa yang akan datang.
  • Desain yang baru harus mencerminkan satu perubahan yang signifikan tetapi tetap mempertahankan “image” Corolla yang telah terbentuk sebelumnya.
  • Mobil ini harus dapat merefleksikan keinginan konsumen dan orang-orang yang telah biasa yang menggunakan Corolla.
  • Target market mobil ini adalah untuk semua golongan usia.
  • Harus dapat digunakan di seluruh wilayah di belahan dunia manapun.
  • Corolla telah menjadi satu ikon, dan desain baru ini harus dapat mempertahankan prestasi tersebut.
  • Inti dari semuanya adalah, Corolla harus menjadi mobil yang menyenangkan dan dapat diterima oleh masyarakat di seluruh dunia.

Hasilnya, adalah sebuah desain yang benar-benar baru, dengan bentuk kotak persegi. Mobil ini diberi kode produksi E70, dan dirilis untuk pertama kalinya di Jepang pada tahun 1979, dengan beberapa model yaitu: Sedan 2 dan 4 pintu, Hardtop, Coupe, Liftback, Station Wagon, dan Van.

Nantinya, Corolla E70 menjadi model Corolla terpopuler sepanjang sejarah. Pada tahun 1980, produksinya mencapai jumlah tertinggi sepanjang masa, yaitu rata-rata 2.346 unit per hari.

Dari sisi teknis, E70 adalah model Corolla terakhir yang menggunakan penggerak roda belakang, dan model pertama yang menggunakan power steering.

Mesin standar yang digunakan, tetap mengandalkan mesin OHV (Overhead Valve) tipe 4K, walaupun ada pilihan lain seperti mesin seri 3T dengan kapasitas 1,8L. Khusus untuk pemasaran di negara Jepang (JDM = Japan Domestic Market), pilihan mesinnya lebih banyak yaitu :

4K-U — 1.3 L (1290 cc) I4, 8-valve Pushrod, carb, 74 hp (55 kW)
5K-C — 1.5 L (1495 cc) I4, 8-valve Pushrod, carb
3A-U — 1.5 L (1490 cc) I4, 8-valve SOHC, carb, 80 hp (60 kW)
2T-GEU — 1.6 L (1587 cc) I4, 8-valve DOHC, EFI, 115 hp (86 kW)

Sedangkan untuk pemasaran di Amerika, pilihan mesinnya adalah :

- 2T-C (1600 cc)

- 3T-C (1800 cc)

Pengembangan mesin untuk Corolla E70 baru dimulai pada tahun 1983, dengan mesin generasi baru yang diberi kode 4A-C.

Mesin ini mempunyai kapasitas 1.6L (1587 cc/96 in³), dengan kepala silinder terbuat dari bahan alumunium. Walaupun berat dan ukurannya lebih besar daripada mesin tipe “K” dan “T”, mesin ini memiliki performa yang lebih baik.

Mesin ini adalah tipe mesin terakhir Corolla yang masih menggunakan “pushroad” (batang), yaitu jenis mesin piston yang menempatkan camshaft dalam blok silinder dan menggunakan batang untuk menjalankan “rocker arms” diatas kepala silinder untuk mendorong klep/katup.

Pengangkat (tappets) mesin jenis ini berada di dalam blok mesin, diantara camshaft dan pushrods. Nantinya, untuk menghindari penggunaan pushroad, dikembangkan desain mesin yang menempatkan camshaft di kepala silinder, yang disebut sistem Overhead Camshaft (OHC).

Mesin tipe 4-AC juga masih menggunakan kepala silinder yang terbuat dari besi. Setelah mesin generasi ini, Toyota lebih fokus untuk membuat mesin dengan kepala silinder yang terbuat dari bahan alumunium.

Share this:

PESAN

0 komentar:

Poskan Komentar